5 Ideas Mengoptimalkan Peluang Usaha Restoran Saat Pandemi Covid

Starategi terakhir tentunya jangan menyerah dan malas dalam melakukan apapun baik dalam melakukan usaha maupun mencari uang. Uang tidak akan menghampiri anda jika anda banyak mengeluh dan menggerutu. Upayakan bantuan dari pemerintah dapat dimaksimalkan sebaik mungkin. Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung di belahan dunia termasuk Indonesia mengubah kebiasaan dan perilaku konsumen. Sesuai dengan anjuran pemerintah bekerja dari rumah dan melakukan pembatasan mikro yang berakibat kepada menurunnya permintaan dan kebanyakan bisnis tidak dapat beriperasi pada biasanya. Namun ternyata bencana pandemi ini juga memunculkan peluang-peluang usaha menjanjikan, yang dapat Anda coba untuk tetap bertahan hidup di masa krisis seperti saat ini.

Belajar dari perusahaan ternama dunia yang berdiri di tengah kondisi krisis ekonomi, kamu bisa memanfaatkan situasi saat ini sebagai peluang dalam berbisnis. Cobalah untuk berpikir sekreatif mungkin tentang produk atau jasa yang bisa kamu hasilkan untuk menjawab kebutuhan pasar saat ini. “bank bjb dalam memulihkan UMKM dilakukan baik dari sisi pembiayaan maupun peningkatan kapasitas pelaku usaha, termasuk di dalamnya adalah pelatihan literasi digital.

Cara berbisnis ditengah pandemi

Sebagai contoh, tadinya Anda berencana untuk mengeluarkan koleksi style terbaru menjelang Ramadan. Akan tetapi, virus corona yang membuat bisnis agak goyang membuat Anda terpaksa harus menunda launching produk Anda. Anda bisa mendapatkan materi soal bisnis dari weblog, e-book, media sosial, video, webinar, hingga podcast. Anda hanya perlu memanfaatkan momen dengan baik untuk melakukan promosi. Misalnya, membuat cerita-cerita unik dan menarik spesial #WorkFromHome dapat menjadi metode pemasaran produk. Hastag ini juga bisa Anda manfaatkan untuk meraih pasar yang lebih luas.

Tak hanya itu, bisnis di sektor makanan dan minuman juga dianggap membutuhkan modal yang relatif kecil, tenaga kerja yang tak terlalu banyak, namun dengan margin laba yang besar dan perputaran arus kas yang cepat. Selain menguntungkan, jenis usaha tersebut juga bisa dijalankan dengan modal yang minim. Jenis bisnis tersebut termasuk menguntungkan karena banyak dicari orang-orang di masa pandemi ini. Misalnya, jenis bisnis kesehatan, Anda bisa menjual peralatan pendukung kesehatan seperti masker, face protect, jaket antivirus, hingga suplemen vitamin. Adanya PPKM Darurat yang diberlakukan tanggal 3-20 Juli 2021 turut berimbas pada perekonomian semua orang.

Salah satunya dengan memberi diskon kepada para supplier dan dropshipper. Diskon ini dapat digunakan untuk memancing aliran cash circulate perusahaan. Perusahaan harus mencari peluang di sektor yang peluang persaingannya tidak atau rendah perkembangannya. Meskipun bekerja dari rumah, target tetap harus tercapai apapun caranya. Lakukan hal baik agar dapat bertahan di masa pandemi dan semoga pandemi Covid-19 ini bisa segera berlalu sehingga perekonomian dan iklim bisnis di Indonesia menjadi lebih baik. Khusus untuk bisnis kuliner, Peter menekankan hal yang paling krusial adalah kualitas makanan.

Cara mengembangkan usaha memang tidak mudah, terlebih di tengah pandemi virus Corona COVID-19 seperti sekarang ini, Anda akan membutuhkan perencanaan matang serta pendanaan yang lebih optimal. Hasil survei menunjukkan, 23,93 persen responden memilih untuk mencari pasar baru; sedangkan 13,44 persen responden memilih untuk melakukan pivot bisnis atau menjual produk baru. Survei Paper.id bersama SMESCO dan OK OCE bertajuk Dampak Pandemi COVID-19 terhadap UMKM menunjukkan kreativitas mampu menyelamatkan para pelaku usaha. Bahkan, eight,52 persen respondennya malah mampu melakukan ekspansi bisnis di tengah krisis.

Pergeseran perilaku manusia ini akan memunculkan peluang usaha menjanjikan yang sebelumnya mungkin belum pernah terpikirkan. Nah, berikut ini ulasan beberapa peluang usaha baru berikut yang mungkin dapat Anda lakukan untuk bertahan hidup di situasi krisis seperti saat ini. Pandemi virus Covid-19 tidak hanya mengancam sektor kesehatan, namun juga mengancam krisis ekonomi world. Berdasarkan knowledge dari World Economic Outlook April 2020, IMF memprediksikan perekonomian dunia akan merosot hingga ke minus tiga persen sampai dengan tahun ini.